Pengertian Provokasi

Posted on

KavSar.Net – Apakah kamu tahu pengertian dari provokasi? Sering sekali kita mendengar malah bisa saja mengalami sendiri peristiwa seperti di provokasi.

Lantas apa sebenarnya arti dari provokasi ini?

Provokasi sendiri merupakan perbuatan yang tidak baik. Dengan perbuatan seperti itu malah bisa memperkeruh suatu keadaan.

Sering sekali kita melihat banyak kejadian yang disebabkan karena adanya provokasi, baik itu kejadian yang berakibat fatal atau pun tidak.

Jangan sampai kamu termakan akan provokasi seperti itu, karena hanya akan memperburuk keadaan yang bisa saja selesai dengan baik.

Namun, sebenarnya provokasi juga bisa berakibat baik, tapi tetap saja harus ditelaah dengan baik agar tidak timbul penyesalan di kemudian hari.

Untuk itu, KavSar kali ini akan menjelaskan tentang pengertian dari provokasi yang memiliki banyak definisi. Simak kuy.

Beberapa Pengertian Provokasi

Pengertian Provokasi

Pengertian Provokasi

Provokasi berdasarkan pada Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI ialah perbuatan untuk membangkitkan kemarahan, pancingan, atau tindakan penghasut.

Terprovokasi merupakan orang atau individu yang terpancing. Sedangkan provokator ialah orang yang melakukan tindakan untuk memperkeruh keadaan atau membuat orang lain menjadi lebih marah.

Perbuatan tersebut dapat menghasut atau memancing amarah atau emosi seseorang hingga emosinya naik yang mengakibatkan terjadinya tindakan yang tidak baik seperti percekcokan, pertengakaran, bahkan hingga baku hantam.

Bukankah perbuatan seperti ini merupakan perbuatan yang tercela yang tidak pantas untuk dicontoh?

Kamu sendiri pun jangan mudah terpancing untuk menghindari hal- hal yang berakibat semakin buruk lagi.

Tindakan seseorang yang dapat mengakibatkan orang lain emosi, marah, kesal, dan perasaan sejenis lainnya disebut juga dengan provokasi.

Tindakan seperti itu malah akan memperumit permasalahan yang terjadi. Malah jadi bertambah masalahnya.

Sifat buruk seperti provokasi ini sebaiknya dihindari ya dan juga kamu jangan mudah terprovokasi.

Situasi yang dingin bisa menjadi sangat panas jika seseorang sudah mulai terprovokasi.

Namun sayangnya, tindakan seperti ini pun masih sering kita jumpai sampai sekarang.

Contoh Perbuatan

Banyak sekali orang- orang yang tanpa sadar malah memprovokasi suatu keadaan. Padahal bisa saja masalah tersebut diselesaikan dengan baik.

Seperti contoh dari provokasi berikut ini,

  • Ketika hidup bertetangga, ada saja masalah yang terjadi. Kurangnya komunikasi dan juga interaksi bisa menyebabkan masalah. Ketika si A tanpa sengaja menyenggol pot bunga milik si B, dan ingin meminta maaf. Tapi karena terdapat orang lain yang menyudutkan si A dan menjelek- jelekkannya terus memancing amarah si B. Si B yang kurang mengenal si A pun tanpa pikir panjang langsung semakin emosi dan naik darah. Alhasil terjadi percekcokan yang berbuntut panjang.

Dari sepenggal cerita tersebut, sebenarnya perbuatan yang dilakukan si A sudah benar karena dia langsung meminta maaf kepada si B. Namun sayangnya si B, yang terprovokasi oleh orang lain malah memperkeruh suasana dan keadaan.

Masalah yang tidak besar malah jadi besar dan dibesar- besarkan. Hal seperti inilah yang menjadi tidak baik.

Dengan kesalahan ringan pun bisa menjadi sangat besar hanya karena sebuah provokasi.

Sungguh tidak baik, bukan?

  • Contoh lainnya seperti yang kita lihat di berita, ketika terdapat sekelompok orang yang sedang melakukan demo bahkan hingga merusak fasilitas umum. Perbuatan seperti itu memang bukan perbuatan yang baik dan bahkan sangat merugikan negara.

Karena terdapat oknum yang memperkeruh suasana dan terus memprovokasi inilah yang menyebabkan demo menjadi anarkis dan tidak terkendali.

Masih banyak perbuatan lainnya yang disebut dengan provokasi, apalagi dalam kehidupan sehari- hari itu banyak sekali terjadi.

Kesimpulan

Dari contoh di atas dapat kita ketahui bahwa provokasi ini perbuatan yang dapat menyebabkan kesalah pahaman yang berakibat naiknya emosi seseorang, amarah yang terkadang tidak terbendung.

Provokasi yang dilakukan pun belum tentu benar adanya bisa saja orang tersebut melebih- lebihkan perkataannya atau bahkan memfitnah orang lain.

Itu sebabnya kita tidak boleh terpengaruh dengan hal- hal seperti itu. Kita harus mencari terlebih dahulu informasi yang diucapkan oleh orang lain. Karena perbuatan seperti itu dapat mencerai berai suatu hubungan.

Dan juga kita sebaiknya bila tidak tahu duduk masalah, lebih baik tidak ikut campur. Karena bisa saja apa yang kita ucapkan tersebut malah memperkeruh masalah.

Tanpa sadar kita menjadi provokator karenanya, tidak baik bukan?

Baca Juga:

Demikian penjelasan tentang pengertian provokasi yang telah KavSar ulas. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menjadikan kamu pribadi yang lebih mawas diri. Terima kasih.